PDKT di Era Media Sosial

6 Oct 2010

Masa PDKT atau masa pendekatan memang masa-masa yang paling menyenangkan buat orang yang akan pacaran. Di saat PDKT ini lah semua hal yang seru-seru terjadi: pertama kali nelepon, susah tidur kepikiran, sampai pada deg-degan sewaktu first date dengan sang gebetan. Kalau semuanya sesuai dengan rencana, maka kita akan lanjut kepada kangen-kangenan, chatting tidak terputus, dan lain-lain. Di masa PDKT juga ada banyak kebiasaan aneh orang yang sedang heboh-hebohnya naksir, contohnya adalah cara mengakhiri telepon yang agak aneh seperti ini:

Aku tidur duluan ya.

Ya udah, selamet tidur ya.

Oke, kamu tutup dulu deh teleponnya.

Kamu duluan.

Ih kamu aja.

Kamu deh. Ihihihihihi.

Dan gitu terus sampai kiamat.

Padahal dulu, sekitar sepuluh tahun yang lalu, kita biasa melakukan pendekatan kepada gebetan dengan SMS selamat tidur, atau pas zaman yang lebih dulu banget, ngirimin pesan kepada pager-nya. Sekarang, semua hal itu digantikan dengan update status yang agak-agak nyerempet di twitter, misalnya: Kok jadi kepikiran dia ya atau Lama-lama naksir deh atau, ini contoh nyata dari status temen saya: The more I turn away, the more I find myself walking one step closer to you. Yes, you.

Minggu lalu teman saya bercerita soal PDKT yang dia lakukan di zaman twitter ini, sewaktu kita duduk nongkrong berdua di Kemang. Dia lalu bertanya kepada saya,

Gue lagi PDKT sama orang, tapi kok dia gak ngerespon lagi ya?

Emang lo udah ngapain aja?

Fotonya udah gue tag sih di Facebook, terus kemaren gue ngirim wall. Sama, sekarang gue lagi sering nge-RT tweet-tweet-nya dia.

Hal ini berbeda banget dengan yang saya lakukan sewaktu masih SMP dulu, sewaktu media sosial belum ada sama sekali. Ketika itu, yang namanya PDKT adalah masukin surat ke dalam tasnya, atau pura-pura minjem catetan (kalau dia temen sekelas), atau yang paling ekstrim adalah nitip salam ke temennya. Sekarang, nitip salam bisa dilakukan dengan nyalamin sendiri dengan menggunakan berbagai macam media sosial.

Di sisi yang lain, PDKT di media sosial tidak selamanya selalu baik. Temen saya yang lain, seorang cowok, ketika sedang PDKT jadi gampang bosan dengan gebetannya, karena dia terlalu sering terhubungkan dengan gebetannya. Katanya, Dikit-dikit ngeliat status dia lagi, dikit-dikit kebaca wall dia lagi, gue jadi gampang bosen. Dia juga jadi gampang gonta-ganti gebetan karena, dengan menggunakan media sosial, jadi gampang sekali untuk bertemu dengan gebetan baru. Hal ini berimbas kepada susahnya dia untuk menjaga perhatian ke satu orang cewek, menebar harapan ke banyak cewek.

Pada akhirnya, PDKT di era media sama peraturannya dengan zaman dulu: jangan banyak ngarep.



TAGS radityadika PDKT social media


-

Author

Follow Me