Tahun Baru Resolusi Lama

6 Jan 2011

Kata orang-orang, bagaimana kita merayakan tahun baru akan menandakan bagaimana tahun itu akan berjalan buat kita. Mereka yang merayakannya bersama teman-teman masing-masing, misalnya, diramalkan sepanjang tahun akan penuh dengan teman-teman yang baru, atau malah makin akrab dengan teman-teman mereka yang lama. Sedangkan, mereka yang menghabiskan malam tahun baru berduaan dengan pacarnya, mungkin berciuman pas lagi ada kembang api, katanya bakalan mengalami tahun baru yang romantis. Gue sendiri, menghabiskan malam tahun baru 2011 dengan duduk di sofa, makan ayam goreng, ditemenin kucing gue, dan nonton National Geographic Wild tentang dokumenter seekor anak babon yang terpisah dari keluarganya. Entah seperti apa tahun ini akan berjalan buat gue.

Satu hal yang menjadi tren setiap tahun baru, semua orang pasti berlomba-lomba membuat resolusi. Tahun 2010 kemaren, gue sempet bikin resolusi banyak-banyak dan begitu tahun tersebut berakhir gue lupa apa aja resolusinya. Jadi, resolusi 2011 adalah: jangan lupa apa resolusi tahun ini. Tentu saja itu membuat masalah baru: gue belom punya resolusi sama sekali. Mungkin kita harus melihat resolusi sebagai cara untuk diinget bahwa kita masih punya tujuan di tahun ini, gak cuman sekedar ya udah gitu aja.

Anyway, kalau mau dikompilasikan, kira-kira ini mungkin resolusi gue untuk tahun 2011:

  1. Punya buku lagi, dan lebih laku dari yang sebelomnya

  2. Lebih sering ngeblog

  3. Punya pacar (ini udah kronis sekali)

  4. Lulus kuliah (ini lebih kronis lagi)

  5. Mulai membuat project lain yang lebih exciting

  6. Jangan lupain resolusi tahun 2011

Gue sempet nanya juga ke adek gue apa resolusi mereka, adek gue yang paling kecil bilang, Kalo resolusiku, aku pengen jadi bintang film, Bang! Nampaknya mereka ketuker antara resolusi dengan berkhayal. Gue cuman jawab, Kalo kamu jadi binatang film, kayaknya masih mungkin. Banyak sekali lowongan untuk berperan jadi binatang di film-film kita.

Pada akhirnya, apa sih pentingnya sebuah resolusi? Gue sih yakin di tengah tahun paling juga udah lupa lagi. Gue balik resolusi lama gue yang selalu gue tanamkan: yang penting sih sekarang ngejalanin apa adanya aja. Doing the best. Dan terus berusaha.

Taun baru, resolusi lama.

Tapi semangat harus tetep baru dong.



TAGS raditya dika tahun baru resolusi


-

Author

Follow Me