• 27

    Oct

    Memburu dan Memancing di Twitter

    Sekitar tiga bulan lalu, ketika sedang duduk-duduk di sebuah coffee shop di Pondok Indah Mall 2, teman saya, seorang cowok yang bekerja di bidang advertising berkata dengan mantap, Gue baru naksir orang. Lagi? tanya saya. Saya tidak terlalu kaget, teman saya ini termasuk orang yang cukup sering mengganti gebetan. Kenal di mana? Di Twitter, katanya, kalem. Gimana cara kenalannya? Gampang, gue lihat twit dia ada yang di RT sama temen gue, terus gue buka timeline-nya eh lucu, gue buka fotonya eh lucu, gue mention, ketemuan, deket deh sampai sekarang. Ebuset. Yah, paling dua minggu lagi udah bosen, katanya. Terus, kalo udah bosen? Cari lagi. Dalam sebulan ini teman mendapatkan sekitar lima gebetan, semuanya selalu didapatkan dengan modus yang sama. Kadang korbannya mahasiswi, tapi seri
  • 20

    Oct

    Macet Itu Nangis

    Baru-baru ini saya dihubungi melalui BlackBerry Messanger (BBM) oleh teman baik saya, yang kebetulan juga teman SMA saya dulu. Melalui BBM, dia mengabarkan bahwa dia baru saja belajar menyetir mobil, dan dia ingin saya sebagai teman baiknya, untuk menjadi salah satu orang pertama yang dia setirin. Tun, katanya di BBM, memanggil saya dengan sebutan Mutun, sebutan saya sewaktu masih SMA. Gue akhirnya bisa belajar nyetir! Yay! Terus? tanya saya. Gue mau nyetirin elo. Gue mau pamer. Boleh. Mau kapan? tanya saya, tanpa sadar bahwa saya sedang membahayakan keselamatan jiwa saya sendiri. Kami pun menentukan tanggal kapan kita akan berdua di satu mobil. Selanjutnya, saya berada di depan rumahnya, sambil menunggu dia mengeluarkan mobil dari dalam garasi. Ketika dia mengeluarkan mobil, dia menab
  • 13

    Oct

    Terlalu Baik juga Tidak Baik

    Beberapa hari yang lalu saya pergi ke sebuah restoran dan saya belajar bahwa terlalu baik ternyata juga tidak baik. Restoran ini adalah sebuah restoran cepat saji dan saya sudah lama sekali tidak makan di restoran ini. Yang lucu adalah pelayannya yang, menurut saya, terlalu baik. Jadi, sewaktu saya datang, dia membuka pintu dengan sangat ramah, Selamat datang ke restoran X! Saya mesem-mesem. Setelah menanyakan saya mencari tempat duduk untuk berapa orang, dia mencarikan tempat dan mempersilakan duduk, saya duduk, lalu dia memandang mata saya dan berkata dengan senyuman lebar : Sudah nyaman kan, duduknya? Saya bengong. Terakhir kali mendengar orang berkata seperti itu kepada orang lain yang hendak makan adalah di film Rumah Dara. Ibu Dara bertanya mereka sudah nyaman belum kepada tam
  • 6

    Oct

    PDKT di Era Media Sosial

    Masa PDKT atau masa pendekatan memang masa-masa yang paling menyenangkan buat orang yang akan pacaran. Di saat PDKT ini lah semua hal yang seru-seru terjadi: pertama kali nelepon, susah tidur kepikiran, sampai pada deg-degan sewaktu first date dengan sang gebetan. Kalau semuanya sesuai dengan rencana, maka kita akan lanjut kepada kangen-kangenan, chatting tidak terputus, dan lain-lain. Di masa PDKT juga ada banyak kebiasaan aneh orang yang sedang heboh-hebohnya naksir, contohnya adalah cara mengakhiri telepon yang agak aneh seperti ini: Aku tidur duluan ya. Ya udah, selamet tidur ya. Oke, kamu tutup dulu deh teleponnya. Kamu duluan. Ih kamu aja. Kamu deh. Ihihihihihi. Dan gitu terus sampai kiamat. Padahal dulu, sekitar sepuluh tahun yang lalu, kita biasa melakukan pendekatan kepada
  • 30

    Sep

    Foto-foto di Ngumbar Onliners Bandung Bareng Blogdetik

    How to Make a Great Blog and Creative Writing di Ngumbar (Ngumpul Bareng) Onliners Bandung Ballroom Hotel Preanger Bandung, 25 September 2010 Liputannya : Ngumbar Onliners Bandung Membludak Kemeriahan Ngumbar Onliners Bandung [gallery=2]
  • 29

    Sep

    You First Date is His/Her Timeline

    Sekitar dua minggu lalu, saya ngebajak twitter milik adik seorang teman. Dia baru aja masuk SMP, dan seperti lazimnya anak SMP masa kini, dia punya twitter. Saya memang punya kadar keisengan yang cukup heboh, seperti contohnya secara random ngebajak twitter orang. Hari itu, adik temen saya ini lagi minjem Blackberry saya untuk twitter-an, dan lupa sign out. Wah, habislah dia! Saya langsung ngerjain dia dengan menulis status di twitternya: Duuuh.. aku baru aja pup di lantai! Twitter tersebut terkirim dan heboh langsung banyak sekali orang yang me-replytweet tersebut. Dari 128 teman dia di twitter, rata-rata menjawab dengan jijik seperti Euwwww ada juga yang Wow!, tapi ada juga teman dia yang sangat baik, malah memberikan saran seperti Y ampun, cb kmu lap skrg pupny trus dibuang ke wc aja
  • 22

    Sep

    Twittergenic

    Baru-baru ini teman saya, seorang mahasiswi cantik, mengungkapkan kekecewaannya atas sebuah kencan buta yang dia baru saja dia lakukan dengan seseorang yang dia kenal melalui twitter. Ternyata pas gue temuin, mukanya gak sebagus twitnya, kata dia, kesal. Maksud lo, mukanya aslinya gak sebagus avatar twitter-nya? tanya saya, mencoba untuk paham apa sih yang sebenarnya dia maksud. Bukan, maksud gue, mukanya dia gak sekeren tulisan twitter-nya. Jadi, tulisan twitter-nya dia itu keren banget. Kalo lo baca timeline-nya dia ya, kesannya dia yang keren abis gitu lho, Dik. Soalnya kebanyakan isi twitternya tuh yang smart dan sophisticated gitu. Dia juga sering nulis pake bahasa Inggris yang keren-keren abis itu. Kadang gue malah suka buka kamus kalo lagi baca twitternya dia. Dari tulisan-tulisa
Prev -

Author

Follow Me